Tampilkan postingan dengan label puisii untukmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisii untukmu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juli 2009

star shine

The stars collapsed
Diminishing itself into speckles of stardust
Some of which landed on your eyes
Now the only sparkle
Lighting my way back home

You may not know it, love
But, you gleam brighter
Than the northern star
If I leaned in closer,
and whispered to you ears softly,
"You're my favourite star"
Would you listen?

Minggu, 10 Mei 2009

there's a love for you

Masih ada rasa dihatiku
bila ingat cahya di matamu
Saat kau putuskan meninggalkanku
saat ini aku masih memikirkanmu

Di tempat ini malam semakin dingin
kita lepaskan tangan dan terus menangis
kita langkahkan kaki menuju jalan yang beda
masuki masa yang tak akan pernah sama

Dua waktu kini memisahkan kita
saat aku putuskan mengubur khayalan
Disini aku masih mengenangmu
merasakan keberadaanmu yang telah jauh

Aku disini dan Engkau ada disana
dua dunia yang tak akan pernah menyatu
Kau kini hadir menggali kenangan
menghidupkan rasa yang pernah ada

Karena aku masih mengingatmu
aku masih terus menunggumu
aku sadari masih terus mengharap
walau tak pernah kau ada disini

Karena kita masih terus bersama
walau tak akan mudah bersama
Sinar mata mu masih seperti dulu
masih ada cinta untukmu.

rindu

Suatu Saat….
Jika kau telah letih bermain
Telah lelah mencoba
Saat segalanya tentangmu sia-sia
Dan tak seorang pun menganggapmu ada

Kembalilah….
Seperti apapun adanya dirimu
Aku akan tetap memelukmu dengan sejuta hangatku
Karena aku sangat mengasihimu

jangan tentangmu

Ini kepalaku...
Pukul saja hingga hancur bila kau tak suka
Ini mataku...
Tusuk saja dengan pisau bila kau tak suka
Ini telingaku...
Iris saja bila memang kau tak suka
Ini dua tanganku...
Potong saja keduanya kalau benar-benar kau tak suka
Ini kaki-kakiku...
Patahkan saja bila itu juga tak kau suka
Ini tubuhku...
Sayat saja bila kau tak suka juga

Tapi,
Aku mohon, cuma satu permintaanku
Setelah puas kau remukkan kepalaku
Kau cocok dua mataku hingga tak terlihat lagi kamu
Dan telingaku tak bisa lagi mendengar tawamu
Tanganku tak bisa lagi menyentuhmu
Kakiku yang tak bisa pula ikuti langkahmu
Serta tubuhku yang tak bisa kau peluk lagi

Tolong!
Jangan sampai engkau hancurkan otakku juga
Karena di dalamnya semua ingatanku, ya... kamu

Tolong!
Jangan kau injak juga hatiku
Karena di hatiku telah terasuk semua tentangmu
Cuma itu..
Walau semua yang ada di tubuhku rusak
Tapi tentangmu tak akan pernah hilang...

Aku mohon..
Cuma itu..
Itu saja..

jangan tentangmu

Ini kepalaku...
Pukul saja hingga hancur bila kau tak suka
Ini mataku...
Tusuk saja dengan pisau bila kau tak suka
Ini telingaku...
Iris saja bila memang kau tak suka
Ini dua tanganku...
Potong saja keduanya kalau benar-benar kau tak suka
Ini kaki-kakiku...
Patahkan saja bila itu juga tak kau suka
Ini tubuhku...
Sayat saja bila kau tak suka juga

Tapi,
Aku mohon, cuma satu permintaanku
Setelah puas kau remukkan kepalaku
Kau cocok dua mataku hingga tak terlihat lagi kamu
Dan telingaku tak bisa lagi mendengar tawamu
Tanganku tak bisa lagi menyentuhmu
Kakiku yang tak bisa pula ikuti langkahmu
Serta tubuhku yang tak bisa kau peluk lagi

Tolong!
Jangan sampai engkau hancurkan otakku juga
Karena di dalamnya semua ingatanku, ya... kamu

Tolong!
Jangan kau injak juga hatiku
Karena di hatiku telah terasuk semua tentangmu
Cuma itu..
Walau semua yang ada di tubuhku rusak
Tapi tentangmu tak akan pernah hilang...

Aku mohon..
Cuma itu..
Itu saja..