oke. bayangin kamu duduk berdua di tepi hall aula yang hadap ke lapangan basket tapi dipake maen voli [magic yo?]
dan kamu liat disitu banyak anak anak pake baju macem macem lari lari mukul bola voli
dan kamu liat ada temen mu disitu
satu dua tiga empat~ beberapa lah yang kamu kenal
kamu liat ada yang satu malu maluin kamu. kamu liat ke dia dan ngerasa malu
apa dia temenmu?
Rabu, 16 Desember 2009
Kamis, 03 Desember 2009
there is
sore kamis yang nggak penting
anak anak didepanku maen tali dan gak jelas lari lari
semuanya. berputar dan menari
ngerasa nggak sih orang kaya gitu,
kalo dia hidup buat mati?
mereka yang cuma berlari dan menari
anak anak didepanku maen tali dan gak jelas lari lari
semuanya. berputar dan menari
ngerasa nggak sih orang kaya gitu,
kalo dia hidup buat mati?
mereka yang cuma berlari dan menari
Kamis, 10 September 2009
empty
Merayap gelap melintas kesepian hati
yang hampa tak terjamah rasa
yang mati dan tiada peduli
yang ingin pergi jauh kembali
Pada kedamaian, pada keindahan
pada semua kenangan yang terlupakan
Menggerogoti setiap sendi-sendi ketegaran
menyusupkan benih-benih keputusasaan
Menutup mata memandang arah
dan memang telah hilang arah
Kemana berpalingnya wajah
kemana bertujunya langkah
Dan disinilah aku saat ini
memahami, tak kunjung paham
coba mengerti, tak jua mengerti
mencari arah, kuhilang tujuan
apa yang dapat kulakukan?
Dan terus bertanya
yang hampa tak terjamah rasa
yang mati dan tiada peduli
yang ingin pergi jauh kembali
Pada kedamaian, pada keindahan
pada semua kenangan yang terlupakan
Menggerogoti setiap sendi-sendi ketegaran
menyusupkan benih-benih keputusasaan
Menutup mata memandang arah
dan memang telah hilang arah
Kemana berpalingnya wajah
kemana bertujunya langkah
Dan disinilah aku saat ini
memahami, tak kunjung paham
coba mengerti, tak jua mengerti
mencari arah, kuhilang tujuan
apa yang dapat kulakukan?
Dan terus bertanya
Sabtu, 05 September 2009
ksatria ? prince?
Kau ksatria
berubah jadi pangeran perayu
tak lagi menunggang kuda
berganti buket-buket bunga
tak lagi bermain pedang
kini bermain dengan kata-kata
Dulu kau ksatria yang ku puja
dengan gagah duduk diatas kuda
menghadap timur,menantang surya
Kini kerja mu hanya memugar taman-taman mawar
yang tumbuh subur dihati para cinderella
yang setiap saat kau sirami hujan kata-kata tanpa makna
kau,ksatria perayu
berubah jadi pangeran perayu
tak lagi menunggang kuda
berganti buket-buket bunga
tak lagi bermain pedang
kini bermain dengan kata-kata
Dulu kau ksatria yang ku puja
dengan gagah duduk diatas kuda
menghadap timur,menantang surya
Kini kerja mu hanya memugar taman-taman mawar
yang tumbuh subur dihati para cinderella
yang setiap saat kau sirami hujan kata-kata tanpa makna
kau,ksatria perayu
si slengek.an
Rabu, 29 Juli 2009
star shine
The stars collapsed
Diminishing itself into speckles of stardust
Some of which landed on your eyes
Now the only sparkle
Lighting my way back home
You may not know it, love
But, you gleam brighter
Than the northern star
If I leaned in closer,
and whispered to you ears softly,
"You're my favourite star"
Would you listen?
Diminishing itself into speckles of stardust
Some of which landed on your eyes
Now the only sparkle
Lighting my way back home
You may not know it, love
But, you gleam brighter
Than the northern star
If I leaned in closer,
and whispered to you ears softly,
"You're my favourite star"
Would you listen?
semua tentang mu
Singkirkan senyum manismu,
karena senyum itu bukan untukku
Singkirkan hadirmu itu,
karena hadirmu bukan untuk mataku
Tak perlu semua itu,
hanya membawa hal-hal picisan bagiku
Kuharap kau tak pernah tahu,
supaya kau tetap tenang lanjutkan langkahmu
Pergilah ke mana pun kau mau,
bawa serta dewimu itu
Bantu aku menarik mundur pasukan panah asmaraku,
dari medan magnetmu
Karena seribu panahku,
percuma menampar dinding batu,
yang berdiri kaku antara kau dan aku,
dan tak lekang oleh waktu
karena senyum itu bukan untukku
Singkirkan hadirmu itu,
karena hadirmu bukan untuk mataku
Tak perlu semua itu,
hanya membawa hal-hal picisan bagiku
Kuharap kau tak pernah tahu,
supaya kau tetap tenang lanjutkan langkahmu
Pergilah ke mana pun kau mau,
bawa serta dewimu itu
Bantu aku menarik mundur pasukan panah asmaraku,
dari medan magnetmu
Karena seribu panahku,
percuma menampar dinding batu,
yang berdiri kaku antara kau dan aku,
dan tak lekang oleh waktu
Langganan:
Postingan (Atom)
